Pengenalan Arowana

AQUARIUM
  • Ukuran ideal untuk Arowana ukuran adalah 150 X 60 X 50 (cm), supaya kalau Arowana sudah besar kita tidak perlu memindah-mindahkan arowana ke aquarium yg lebih besar. Aquarium yg kurang besar akan membuat pertumbuhan arowana tidak sempurna dan memperbesar kemungkinan arowana kita celaka ketika berenang cepat dan terbentur. Bahkan beberapa penghobby percaya aquarium yang sempit memperbesar kemungkinan arowana kita cakil dan gigit ekor. Aquarium besar juga membuat kondisi air menjadi lebih stabil.
  • Untuk Arowana ukuran 15 – 20 cm, ketinggian air di dalam aquarium cukup 25 – 30 cm saja. Pelan-pelan ketinggian air dapat ditambah sesuai dgn pertumbuhan arowana. Arowana besar (40 cm ke atas) biasanya dipelihara dengan kedalaman air 40 – 50 cm.
  • Supaya warna arowana dapat keluar secara maksimal, sebaiknya dasar, dinding belakang, samping kanan dan kiri aquarium ditutup dgn warna biru gelap atau hitam untuk arowana super red. Sedangkan untuk
  • arowana golden warna yg disarankan adalah biru terang atau putih. Aquarium polos konon dapat membuat arowana menjadi stress dan warna menjadi pucat. Bahkan beberapa penghobby percaya aquarium polos dapat mempercepat juling-nya mata arowana.
  • Bersihkan dinding aquarium dari lumut yg mungkin tumbuh, minimal 1 minggu sekali.
  • Aquarium arowana harus selalu dalam keadaan tertutup, karena arowana adalah ikan peloncat yg handal.
FILTER
  • -Filter untuk arowana biasanya tidak menggunakan arang atau zeolit, tapi hanya menggunakan bio ball atau ceramic ring (media biologis) pada layer paling bawah, busa kasar pada layer kedua dan kapas putih pada layer ketiga (paling atas).
  • -Bio ball atau ceramic ring adalah media tempat tinggal bagi bakteri pengurai, oleh sebab itu jumlah bio ball atau ceramic ring yg disarankan harus sebanyak mungkin.
  • -Ganti media kapas putih minimal 1 minggu sekali dgn yg baru. Kalau dibiarkan kotor, kapas putih akan menjadi tempat tinggal buat kuman yg akan membuat ikan kita sakit.
  • -Bio Ball dan busa kasar tidak perlu diganti, cukup dibersihkan 1 bulan sekali. Bio ball atau ceramic ring harus dibilas (tdk perlu dicuci) dgn air yg diambil dari aquarium supaya bakteri yg tinggal di situ tidak mati.Istilah sederhananya sih “filter samping” Bos. Aquarium gw juga ada yg pake filter samping, so far no problem sih, malah dasar aquarium jadi lebih bersih dibanding kalo kita pake canister. Untuk aquarium ukuran 200 X 70 X 70 (volume air 840 liter), sebaiknya power head (pompa) yg digunakan minimal berkapasitas 3000 – 4000 liter/jam (jadi dalam 1 jam air bisa terputar 3 – 4 kali)
  • Kalo pake filter samping, urutan media dari atas ke bawah (versi saya lho) sbb :
    • Busa kasar (media mekanik yg menyaring kotoran kasar)
    • Busa halus (media mekanik yg menyaring kotoran halus)
    • Bio ball (media biologis yg sebaiknya tidak terendam air)
    • Bio ring (media biologis yg memang harus terendam air)
    • Sebagai alas bio ring, boleh juga kalau dikasih japmat yg sekaligus berfungsi sebagai tambahan media biologis.
  • Saya ngga pernah pake arang atau zeolit, hanya mengandalkan filter mekanik dan biologis.
  • Sebelum dipakai sebaiknya aquarium di cycling dulu, prosedurnya kira-kira begini :
    • Isi aquarium hingga ketinggian yg diinginkan.
    • Kasih garam dgn dosis 3 gram/liter air.
    • Nyalakan filternya dan gosok semua dinding aquarium bagian dalam dengan menggunakan spons yg tdk menimbulkan baret-baret.
    • Setelah 2 hari, buang semua air, kecuali air yg ada di ruang filter samping. Lalu isi lagi dgn air baru.
    • Nyalakan lagi filternya.
    • Lampu sudah boleh dinyalakan pd siang hari untuk merangsang pertumbuhan ekosistem di dalam aquarium.
    • Setelah lewat minggu pertama, masukan beberapa ekor ikan kecil sebagai starter ekosistem.
    • Setelah lewat minggu kedua/ketiga, rasanya aquarium anda sudah siap untuk dihuni SR kesayangan.
    • Cek juga suhu aquarium berapa? Kalau sudah 28 derajat, rasanya anda belum butuh heater. Cek juga PH air berapa, kalau masih di atas 7 mungkin air bisa dibuat lebih soft dgn menggunakan ekstrak daun ketapang atau black water. Japmat = japanese mat = filter mat = banyak diaplikasikan di filter kolam ko’i.
  • 2-3 minggu sebenarnya sudah sangat minimal…. umumnya dipercaya minimum 1 bulan untuk filter biologis mulai efektif…. Bio starter kalo saya sih dipakenya yah di awal ini, untuk menjumpstart pertumbuhan bakteri.
AIR
  • Air untuk arowana bisa menggunakan air PAM atau air tanah. Baik air PAM atau air tanah sebaiknya diendapkan dulu selama 2 X 24 jam sebelum digunakan. Akan lebih baik kalau selama diendapkan kedalam air dimasukan aerator untuk menambah kandungan oksigen, sekaligus menguapkan gas-gas berbahaya yg tersimpan di dalam air. Khusus untuk air PAM, kita wajib menggunakan anti kaporit/anti klorin sesuai dosis.
  • Untuk membuat air lebih soft masukan Black Water sesuai dosis ke dalam air aquarium. Kalau tidak ada black water gunakan air rebusan daun ketapang. Cara membuatnya gampang : cari 15 – 20 lembar daun ketapang yg sudah tua/kering, rebus dgn menggunakan 1000 cc air, biarkan hingga air berkurang menjadi setengahnya. Setelah dingin, masukan air rebusan daun ketapang ini ke dalam air aquarium hingga air aquarium berubah warna menjadi seperti air teh encer. Simpan sisa air rebusan daun ketapang dalam wadah tertutup untuk digunakan lain kali.
  • Setiap seminggu sekali, sedot air di aquarium sebanyak 20 – 25%. Sambil menyedot air, sedot juga kotoran yg ada di dasar aquarium. Ganti air yg disedot dgn air yg sudah diendapkan.
LAMPU
  • Agar arowana sehat dan warnanya muncul, gunakan lampu yg memiliki spektrum cahaya matahari (ultra violet). Beberapa merk yg biasa digunakan adalah NAN, Ocean Free dan Dragon. Biasanya lampu ini terdiri dari beberapa pilihan watt, yaitu 20 watt (60 cm), 30 watt (90 cm) dan 40 watt (120 cm), sesuaikan saja dgn aquarium kita.
  • Nyalakan lampu hanya selama 12 jam, biarkan ikan istirahat tanpa lampu pada malam hari. Beberapa ikan mungkin butuh waktu untuk hal ini, karena biasanya beberapa arowana akan loncat-loncat dan menabrak-nabrak dinding aquarium bila lampunya dimatikan.
  • Tube lampu harus diganti tiap 3 – 6 bulan sekali, karena kandungan ultra violet-nya sudah tidak ada lagi.
  • Arowana Super Red akan terlihat lebih indah bila kita menggunakan lampu yang cahayanya berwarna pink. Sedangkan Arowana Golden akan terlihat lebih cemerlang dgn menggunakan lampu yang cahayanya berwarna putih.
MAKANAN
  • Arowana ukuran 15 – 20 cm biasanya diberi makan jangkrik yg kaki belakang dan sayapnya sudah dibuang. Kaki belakang jangkrik sangat tajam, takut melukai mulut ikan. Sedangkan sayap jangkrik dikhawatirkan membuat air aquarium cepat kotor. Jangan memberi makan terlau banyak, cukup 5 ekor jangkrik kecil pada pagi (07.00 – 09.00) hari. Porsi yg sama dapat diberikan lagi pada malam hari (17.00 -09.00).
  • Selain jangkrik, arowana juga biasa memakan udang kali yg masih hidup. Buang kepala udang sebelum diberikan ke arowana, karena pada bagian kepala udang kali terdapat tanduk runcing yg bisa melukai mulut arowana.
  • Bila arowana sudah mulai besar, bisa juga dikasih makan anak kodok atau ulat jerman.
  • Arowana lebih baik kurang makan daripada kelebihan makan. Jadi cukup memberi 70% dari total kemampuan arowana menampung makanan dalam perutnya.
  • Biar cepat gemuk pemberian pakan secara berkala
  •  penggunaan lampu /12jam hidup, dan 12 jam mati
  •  suhu air sekitar 27′C

Tips Memulai Pelihara Ikan Hias

Tips Memulai Pelihara Ikan Hias
Berikut ini langkah-langkah yang perlu anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias:

1. Cari informasi sebanyak mungkin sebelum membeli ikan. Perhatikan faktor-faktor berikut:
Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah anda mempunyai aquarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa.
Cari tahu mengenai suhu air, rentang pH dan sebagainya
Apa jenis makanan ikan yang dimakan
Temperamen spesies ikan. Apakah spesies tertentu cocok untuk disatukan dengan ikan yang sudah anda miliki atau ingin anda pelihara di masa mendatang. Faktor ini sering terabaikan oleh penghobist.
Apakah spesies yang akan anda pelihara mampu berkembang biak dengan cepat? Bila demikian, apakah anda memiliki peralatan pada saat ikan berkembang biak?
Apakah ikan yang akan dibeli rentan terhadap penyakit tertentu?

2. Belilah aquarium sebesar mungkin sesuai dengan anggaran dan ruang yang anda miliki. Aquarium yang besar menyebabkan air dalam aquarium lebih stabil. Sebagai contoh, bila pemanas suhu rusak, dan toko-toko Jual Ikan sudah tutup, suhu air akan lebih stabil dalam aquarium yang besar.

3. Pelajari tentang siklus nitrogen dalam aquarium apabila anda ingin Budidaya Ikan Hias. Proses penting ini harus anda pahami bila anda ingin berhasil dalam memelihara ikan hias air tawar.

4. Pelajari peralatan aquarium sebelum anda membeli atau melakukan Budidaya Ikan Hias.

5. Bila anda senang membaca, belilah buku-buku tentang ikan hias air tawar. Membaca buku adalah cara tercepat untuk mendapatkan informasi yang anda butuhkan untuk memelihara Ikan Hias Air Tawar. Berlangganan majalah Ikan Air Tawar dan aquarium juga merupakan salah satu cara yang mudah untuk mendapatkan tips dan anda terus mengetahui hal yang baru dalam hobi ini, bisa juga anda bertanya pad a penjual Ikan Hias

6. Sediakan banyak tempat bersembunyi bagi ikan. Tempat bersembunyi akan menjadi tempat pengungsian ikan dan akan menurunkan level stress ikan.peralatan seperti itu dapat di temukan di Toko Ikan dan Toko Ikan Hias.

7. Beli test kit air aquarium untuk memonitor siklus nitrogen aquarium. Anda dapat membeli test kit untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Anda juga harus menguji air ledeng bila menggunakan air PAM.

8. Jangan meletakkan aquarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki aquarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau. Sinar matahari langsung juga akan menyebabkan suhu air dalam aquarium meningkat.

9. Jangan mengikuti aturan 1inci ikan per 1 galon air. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air.

10. Lakukan deklorinasi air ledeng sebelum dimasukkan ke dalam aquarium tanya sama Penjual Ikan Hias deh karena mereka lebih tau tentang deklorinasi itu apa hehe..

11. Beli filter aquarium di Toko Ikan dan Toko Ikan Hias yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor.

12. Jangan membilas filter dengan air ledeng. Gunakan air dalam aquarium yang sudah anda saring saat mengganti air Ikan Air Tawar. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.

Pemeliharaan Aquarium

Pemeliharaan Aquarium
Cara memelihara ikan aquarium tidaklah sulit dan tidak memerlukan tenaga yang banyak, asal anda menggunakan cara-cara yang benar. Berikut dijabarkan cara pemeliharaan ikan aquarium yang benar :

Persiapan

Pelajari kondisi air di daerah anda untuk disesuaikan dengan ikan yang akan anda pelihara. Hal ini dikarenakan sifat-sifat air di masing-masing daerah selalu berbeda kadar yang dikandungnya. Untuk ini anda tidak perlu mengikuti pelajaran kimia khusus, cukup hanya dengan cara membeli tes kit air akuarium untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Tes kit ini akan sekaligus digunakan saat memelihara ikan sebagai alat memonitor kondisi air ikan aquarium.

Persiapan Aquarium

Sebaiknya anda membeli akuarium yang berukuran besar, agar air dalam akuarium lebih stabil dan anda akan lebih leluasa dalam cara mendekorasi akuarium. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau dan akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat. Jauhkan aquarium dari jangkauan anak-anak, agar tidak diobok-obok oleh anak-anak. Anak-anak punya kecenderungan untuk mengobok-obok isi aquarium dan memasukkan berbagai benda ke dalamnya. Aksi ini tentu akan membuat ikan gampang stress.

Mulai menata akuarium dengan cara memasukkan pasir kedalam aquarium, lalu diatur atau dipadatkan sambil diberi percikan air secukupnya supaya agak padat. Gunakan pasir yang bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang. Tanam tumbuhan air yang sudah anda persiapkan sesuai kreasi anda. Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Tentunya hal ini memerlukan cara dan seni penataan yang baik dan sesuai dengan estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan ikan sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis ikan akuarium anda. Pastikan aquarium anda memiliki tempat persembunyian untuk ikan yang akan dipelihara seperti batu-batuan, tanaman, batang pohon dan sebagainya di habitatnya.

Sebelum memasukkan air ke dalam akuarium, pastikan air yang anda gunakan tidak mengandung clorin dan kaporit dalam jumlah yang berlebihan. Apabila air sudah banyak mengandung klorin dan kaporit, maka perlu dilakukan deklorinasi sebelum dimasukkan dalam akuarium anda. PH air juga harus disesuaikan dengan PH yang cocok untuk ikan akuarium. PH 6,5 sampai 7,5 biasanya cocok untuk hampir semua ikan akuarium. Biarkan akuarium anda selama minimal 24 terlebih dahulu sebelum memasukkan ikan supaya kandungan klor mengendap dan tidak menyebabkan ikan akuarium anda mati.

Peralatan Aquarium

Keberhasilan memelihara ikan akuarium ditentukan oleh cara anda dalam penyediaan tempat yang nyaman bagi ikan akuarium anda. Pemakaian perlengkapan yang sesuai akan dapat mendukung lingkungan ikan akuarium yang nyaman. Peralatan yang digunakan dalam memelihara ikan akuarium adalah sebagai berikut :

1. Aerator
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.

2. Heater & Thermometer
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.

3. Filter
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter adalah dengan cara menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih. Lakukan pembersihan rutin pada filter ikan aquarium anda. Filter yang tersumbat akan mengurangi efisiensi filter. Pada filter biologis, filter tersumbat akan sukar menghilangkan amonia dengan baik dan dapat menyebabkan ikan menjadi stres dan juga kematian. Filter biologis dengan kapas flos dibersihkan dengan cara membilas dengan air bekas yang disedot dari aquarium ke dalam ember. Filter undergravel dapat dibersihkan dengan menyedotnya secara rutin. Beli filter ikan akuarium yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor. Jangan membilas filter dengan air ledeng, namun gunakan air dalam akuarium yang sudah anda saring saat mengganti air ikan akuarium anda. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.

4. Lampu TL
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80x40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.

Membeli Ikan Akuarium

Belilah ikan dengan cara memilih ikan yang dapat hidup di air yang memiliki persamaan kimia (pH dan GH) dengan air di tempat anda. Kondisi pH air lingkungan sekitar ternyata sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ikan. Jika anda mempunyai air pH rendah (asam), pilih ikan yang dapat hidup baik di pH rendah (seperti discus, arwana) . Ini sangat penting jika air di sekitar anda diluar dari area pH 6.5-7.5. Merubah pH alami menjadi usaha kerja keras dan seringkali merepotkan dan tidak nyaman dalam memelihara aquarium. Ditambah lagi dengan cara percobaan berkali-kali untuk penyesuaian dan sering kali memperburuk kondisi ikan anda. Cara yang terbaik dalam tahap belajar adalah memelihara air yang sesuai dengan air di sekitar anda. Nah, yang tak kalah penting, jagalah agar pH air tetap stabil. Karena perubahan pH akan membuat ikan menjadi cepat stress dan akhirnya mati. Jumlah dan ukuran ikan yang anda beli juga harus direncanakan dengan baik. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air. Sebelum menempatkan ikan anda dalam akuarium, sebaiknya Anda mengkarantina ikan tersebut dengan cara menempatkannya di tempat lain sebelum memasukkannya ke aquarium Anda. Karena bisa jadi air dari toko ikan tersebut mengandung penyakit yang dapat mengakibatkan seluruh ikan aquarium Anda mati semua.

Cari informasi sebanyak mungkin tentang ikan akuarium yang anda beli. Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah anda mempunyai akuarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa. Pelajari tentang penyakit ikan, ketahanan terhadap PH air, makanan ikan, ketahanan terhadap stress, dan peralatan apa saja yang cocok dengan ikan tersebut.

Makanan Akuarium

Ikan hias air tawar memiliki 2 macam makanan, yaitu makanan alami makanan buatan. Makanan alami, seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk). Makanan alami harus dibersihkan dengan cara membilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan cukup satu kali sehari. Makanan buatan seperti wafer, tahu, darah ayam atau kerbau atau marus. Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami. Usahakanlah mengatur pemberian makanan agar jangan sampai ada yang tersisa hingga menimbulkan pembusukan atau keracunan pada ikan.

Perawatan Aquarium

Ketika Anda memelihara ikan aquarium, anda harus benar-benar menyediakan aquarium yang tidak menimbulkan stress bagi ikan. Menyediakan lingkungan yang mengurangi stres ikan adalah salah satu keberhasilan. Pada waktu ikan sedang stres, sistem kekebalan tubuh merekapun akan lemah dan mereka mudah terserang penyakit. Ditambah lagi dengan kebanyakan obat yang tidak selalu bekerja dan sering memparah daripada memperbaiki. Seringkali perawatan yang terbaik untuk ikan sakit adalah dengan mengurangi stres dengan cara sering mengganti air, tidak memberi makanan yang berlebihan, memeriksa apakah filter bekerja dengan baik, memberi ruangan yang cukup, memelihara dengan ikan yang sesuai dan akur.

Memahami Siklus Nitrogen

Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi dengan cara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Ikan menghasilkan kotoran berupa amonia yang beracun dan harus diuraikan oleh bakteri pengurai melalui filtrasi biologis. Kebanyakan ikan yang mati pada pemelihara pemula karena mereka tidak mengerti tentang siklus nitrogen. Proses penting ini harus anda pahami bila anda ingin berhasil dalam memelihara ikan akuarium. Kematianpun benar-benar dapat dihindari jika mereka mengerti tentang Siklus Nitrogen ini.

Obat Untuk Ikan Hias Aquarium

Obat Untuk Ikan Hias Aquarium
Berikut ini obat-obatan untuk ikan hias akuarium yang banyak digunakan oleh penggemar ikan hias :

Abate, obat berupa serbuk. Dipakai untuk mengobati dan mencegah kutu atau bakteri pada ikan hias.
Rid-All, obat berupa cairan. Dipakai untuk mengobati dan mencegah penyakit bintik putih karena parasit ichthyiophthirius atau ich, kutu pada ikan, dan menjernikan air akuarium.
Cold-100, obat berupa serbuk. Dipakai untuk mengobati dan mencegah penyakit pada ikan karena kutu, bakteri, dan ich.
Tetra Medica Marine Oomed, obat berbentuk cairan yang sangat efektif memerangi organisme penyebab penyakit parasit dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam air laut.
Tetra General Tonic, obat berbentuk cairan yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, menyembuhkan sirip yang rusak, dan menjernikan air keruh. Dapat digunakan untuk air tawar dan laut.
Tetra Fungi Stop, obat berbentuk cairan untuk memerangi organisme lumut penyebab penyakit luar.

Macam Macam Penyakit Pada Ikan Air Tawar

Macam Macam Penyakit Pada Ikan Air Tawar
Ada sejumlah penyakit yang bisa menyerang ikan air tawar, berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sering muncul, bahasan ini dilengkapi dengan gejala dan pilihan perawatan yang bisa anda lakukan.

Keracunan Amonia

Bila akuarium anda menyebabkan keracunan amonia, maka akan terjadi pendarahan atau kemerah-merahan pada insang ikan. Selain itu, warna ikan akan menjadi lebih gelap daripada biasanya, dan ikan akan berenang ke permukaan untuk menarik udara. Solusi terbaik untuk mengatasi keracunan amonia adalah pencegahan karena keracunan amonia tidak bias disembuhkan. Pertama-tama anda tidak boleh memasukkan ikan ke dalam akuarium baru karena akuarium baru harus melalui proses pengendapan selama enam minggu ke atas.

Setelah pengendapan, anda harus memeriksa level nitrat, nitrit dan amonia sebelum anda memasukkan ikan. Bahkan setelah pengendapan, kami menyarankan anda untuk memasukkan ikan yang murah terlebih dahulu. Kami juga menyarankan anda untuk menambahkan sistem filtrasi kering/basah untuk akuarium air laut atau filter biologis air tawar. Masalah ini sering terjadi pada akuarium baru, terutama bila akuarium langsung diisi dengan ikan.

Meskipun amonia dalam jumlah kecil tidak berbahaya, tetapi seiring waktu amonia bisa menjadi masalah. Hal terpenting yang dapat anda lakukan adalah memahami proses pengendapan dan mempertahankan level amonia yang dapat diterima. Dalam banyak kasus, amonia akan muncul dengan kenaikan pH. Bila hal ini tejadi, insang ikan akan rusak bila level amonia mencapai 0.25 mg per liter.

Penyakit Black Spot

Ikan yang menderita penyakit ini akan muncul titik hitam kecil pada tubuhnya. Secara umum, penyakit ini mudah disembuhkan. Sering kali penyakit Black Spot terjadi pada akuarium baru saat ikan-ikan dimasukkan. Semua ikan berisiko terkena penyakit ini, tetapi ikan Silver Dollar dan Piranha paling rentan.

Katarak

Bila mata ikan anda terdapat selaput abu-abu atau putih, maka mungkin ikan anda mengidap katarak. Ada sejumlah perawatan yang khusus dibuat untuk katarak termasuk Aquatronics dan Eye Fungex. Kuncinya adalah memastikan level amonia dan nitrit pada batas yang dapat diterima. Karena katarak pada ikan terjadi karena pertumbuhan jamur, maka meneteskan fungisida ke dalam akuarium akan sangat bermanfaat.

Corneybacteriosis

Gejala penyakit ini adalah mata ikan yang menonjol. Biasanya penisilin dan tetrasiklin dapat menyembuhkan penyakit ini. Penyakit ini terjadi karena pembengkakan di kepala yang kemudian mendorong mata ikan ke arah luar. Biasanya, Corneybacteriosis disebabkan oleh terlalu banyak ikan dalam akuarium dan kualitas air yang buruk.

Pembengkakan

Gejala pembengkakan meliputi sisi dan perut ikan menggelembung. Selain itu, sisik ikan terdorong ke luar. Masalah ini bukanlah penyakit melainkan tanda infeksi bakteri internal.

Infeksi Bakteri Eksternal

Bila ikan anda menderita infeksi bakteri eksternal, maka akan muncul titik merah atau orange pada tubuh ikan. Selain itu, mungkin juga akan muncul coretan merah pada tubuh ikan, pembengkakan, atau lapisan putih/abu-abu pada tubuh ikan. Untuk menyembuhkan masalah ini, anda dapat menggunakan penisilin, asam naladixic atau tetrasiklin. Perawatan lain yang cukup efektif adalah garam. Meskipun sulit terdiagnosis, bila anda melihat adanya coretan pada tubuh ikan, anda harus segera melakukan perawatan pada ikan anda.

Infeksi Jamur

Bila muncul substansi putih atau mirip kapas pada ikan, terutama di sirip atau mulut, mungkin ikan anda menderita infeksi jamur. Perawatan masalah ini cukup mudah, ada banyak produk komersial seperti MarOxy atau Super Sulfo yang bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi jamur. Sayangnya infeksi jamur bisa berakibat fatal. Infeksi bisa terjadi bila ikan tergores dan hidup dalam air berkualitas buruk. Ingatlah bahwa infeksi jamur sering kali terjadi bila salah satu spesies ikan mengganggu spesies ikan lainnya, jadi anda harus mengamati jenis ikan yang dipelihara dalam satu akuarium.

Ichthyophthiriasis

Sering kali disingkat Ich, gejala penyakit ini adalah muncul titik putih kecil, terutama pada sirip ikan. Menyembuhkan Ich cukup sulit meskipun mungkin saja dilakukan. Anda bisa menggunakan obat komersial yang dibuat khusus untuk mengatasi Ich seperti Maracyn Two atau Super Ich. Titik-titik putih tersebut sebenarnya adalah kantong protozoa kecil.

Bila kantong tersebut pecah, maka parasit akan tinggal pada kerikil-kerikil di dalam akuarium, dan akan berkembang biak. Bila protozoa tumbuh dewasa, protozoa akan menyerang ikan yang sehat. Penyakit ini sangat menular sehingga anda harus segera memulai perawatan. Selain pengobatan, kami menyarankan anda untuk menaikkan suhu akuarium pada siang hari sehingga kantong-kantong akan pecah. Kemudian protozoa akan diserang dengan obat-obatan sebelum berkesempatan untuk berkembang biak.

Infeksi Bakteri Internal

Bila ikan terkena infeksi bakteri internal, maka akan muncul masalah-masalah seperti Pembengkakan. Anda bisa menggunakan berbagai jenis obat-obatan untuk menyembuhkan infeksi ini seperti asam naladixic, penisilin dan tetrasiklin. Meskipun ada banyak bentuk infeksi bakteri internal, kebanyakan mudah diatasi.

Myxobacteriosis

Gejala penyakit ini meliputi percikan hitam pada sirip dan tubuh ikan. Selain itu, seluruh tubuh ikan menjadi menggelembung, atau hanya menggelembung pada area percikan. Satu-satunya obat-obatan yang berhasil mengatasi Myxobacteriosis adalah Phenocide. Penyakit ini jarang terjadi tetapi mudah disembuhkan. Penyebab myxobacteriosis yang paling umum adalah terlalu banyak ikan dalam akuarium, kualitas air yang buruk, terutama bila kadar amonia dan nitrit sangat tinggi.

Infeksi Parasit

Bila ikan anda menderita infeksi parasit, maka akan muncul kutu atau cacing pada tubuh ikan. Pilihan terbaik adalah melepaskan parasit kemudian merawat ikan dalam akuarium karantina dengan CopperSafe atau obat berbahan tembaga lainnya. Perawatan akan berhasil bila masalah terdiagnosis sejak dini.

Penyakit Velvet

Gejala penyakit Velvet adalah titik putih kecil yang terlihat seperti bubuk. Penyakit ini juga disebut Oodinium, mirip dengan Ich meskipun kantong putih pada penyakit ini berukuran lebih kecil. Berita baiknya adalah Penyakit Velvet lebih mudah disembuhkan daripada Ich, dengan menggunakan obat Maracide atau Super Velvet

Flying Fox Fish ( Epalzeorhynchos Kalopterus )

Flying Fox Fish ( Epalzeorhynchos Kalopterus )
Flying Fox (Epalzeorhynchos kalopterus) adalah ikan air tawar yang cukup populer di lingkungan aquarium. Ikan dari keluarga Cyprinidae ini tersebar di Asia tenggara terutama wilayah Indonesia (Sumatra, Kalimantan dan Jawa), semenanjung Malaysia dan Thailand bagian selatan. Ikan ini masih ditemukan bebas di pulau Kalimantan yakni kawasan dekat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain itu juga ditemukan di sungai Barito dan Kahajan (Kalimantan selatan) dan sungai Kapuas (Kalimantan barat). Di Sumatra, mereka dapat dijumpai di Sungai Indragiri, Batanghari dan Musi di kota Palembang. Di Thailand ada di provinsi bagian selatan yakni Yala dan Surat Thani. Flying fox hidup sebagai perenang dasar di perairan berarus deras dengan dasaran pasir dan bebatuan. Mereka juga kadang ditemukan di area yang tergenang air atau banjir sementara di hutan-hutan saat musim hujan. Ikan ini banyak tersedia di pasaran yang kebanyakan hasil dari peternakan bukan dari alam liar. Para pedagang ikan hias terkadang secara sembarangan menamai ikan yang dikenal dengan Kuonobarbi ini sebagai Siamese alga eater (Crossocheilus oblongus).

Flying fox mempunyai karakter tubuh yang memanjang dengan bagian perut yang datar. Punggung ikan berwarna hijau tua sampai coklat sedangkan perut dan tubuh bagian bawah berwarna putih kekuningan. Sebuah garis hitam kecoklatan nampak dari membujur dari mulut, mata sampai pangkal ekornya. Pada garis hitam kecoklatan ini juga membujur garis yang lebih kecil berwarna keemasan. Mata Flying fox mempunyai iris yang berwarna kemerahan. Semua sirip ikan baik sirip punggung, anal dan perut mempunyai warna bayangan hitam dengan tepian putih dan transparan. Flying fox mempunya penampilan fisik yang hampir sama dengan spesies Garra cambodgiensis bahkan penampilan keduanya terkadang membingungkan para hobbies. Karena kemiripan ini Garra cambodgiensis dinamai False Flying Fox atau Siamese Flying Fox.

Yang membedakan Flying fox dengan spesies lain ialah warna sirip dan mempunyai dua pasang barbels. Usia hidup ikan ini sekitar 8-10 tahun namun jika kondisi lingkungan sangat cocok dan membuat ikan nyaman maka ikan bisa hidup lebih dari 10 tahun. Dalam kondisi normal dengan panjang tubuh maksimal 16 cm, namun sangat jarang ikan ditemukan dengan ukuran tersebut. Di aquarium, ikan ini hanya dapat mencapai rata-rata 11 cm. Ikan betina mempunyai tubuh yang lebih besar dibanding ikan jantan namun pembedaan ini susah ditentukan jika ikan masih muda.

Flying fox dikenal sebagai pemakan alga hijau. Mereka sangat cocok digunakan untuk mengurangi populasi alga di aquarium walaupun mereka tidak selalu memakan alga. Ikan ini sebenarnya bersifat omnivora dengan makanan utama adalah alga, crutacea kecil, larva serangga dan lainnya. sebagai omnivora, ikan ini mau menerima makanan tablet atau pellet dan berbagai sayuran seperti selada, mentimun dan bayam. Untuk menjaga dan mengembangkan warna tubuh ikan maka pemberian makanan perlu diatur dengan jenis makanan seperti pakan hidup kecil dan pakan beku seperti daphnia, artemia, bloodworm dan beberapa pellet berbahan sayuran.

Untuk pemeliharaan di dalam aquarium, dianjurkan ukurannya lebih dari 125cm x 45cm x 45cm. Ikan ini akan merasa lebih nyaman bila ditempatkan pada aquarium berukuran besar. Sediakan pula tempat untuk bersembunyi untuk ikan baik berupa kayu, akar, batu ataupun tanaman. Untuk substrat, dianjurkan untuk menyerupai kondisi sungai yakni substrat berupa pasir, kerikil dan batu berbagai ukuran. Tanaman air lebih baik disediakan yang berdaun keras seperti Java fern, Anubias dan Bolbitis. Sistem penerangan lebih baik kalau dibuat terang untuk menunjang pertumbuhan alga sebagai makanan ikan. Sistem filtrasi eksternal yang cukup kuat dibutuhkan untuk menjaga keadaan oksigen terlarut serta membuang kotoran-kotoran organik ikan agar kualitas air tetap bersih. Kondisi mutu air sendiri diatur pada suhu 22-26 oC, kesadahan 5-12 oH dan pH 6-7,5 namun lebih baik kalau pH mendekati netral.

Ikan yang mempunyai sinonim nama latin ini Barbus kalopterus ini mempunyai temperamen yang cenderung agresif dengan meningkatnya usia. Suatu sumber menyebutkan bahwa ikan juga akan bersifat teritorial. Sifat teritorial ini yang memicu keagresifan ikan saat mempertahankan tempat persembunyiannya dengan menyerang ikan lain. Adapun spesies lain yang sangat cocok dengan ikan ini adalah Clown Loach. Jangan mencampur ikan ini dengan spesies ikan yang sangat kecil karena ikan akan memakannya saat dia merasa lapar. Beberapa ikan juga dapat dicampur dengan ikan ini asal ukurannya seimbang seperti Acaras, Angelfish, Barbs, Eartheaters, Gouramies, Knifefish, Loach, Tetra dan Rasbora. Ikan ini jarang ditemui dalam kelompok. Di alam liar, ikan ini hidup secara soliter dan hanya bertemu dengan individu lainnya saat musim bertelur. Teknik breeding masih sulit dilakukan di aquarium namun beberapa peternak ikan hias berhasil memijahkannya dengan menggunakan hormon tambahan untuk merangsang ikan bertelur.

Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Order : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Genus : Epalzeorhynchos
Species : Epalzeorhynchos kalopterus

Pengenalan Ikan Dat / Indonesian Tiger Fish

Pengenalan Ikan Dat / Indonesian Tiger Fish
Famili :
Datnioididae (Perciformes)

Distribusi & Habitat
Diketahui ikan ini hanya hidup di wilayah negara Indonesia, yaitu di sekitar pulau Kalimantan dan Sumatera sehingga ikan ini masih termasuk ikan asli Indonesia. Habitatnya berada di sungai, danau, dan kanal. Ikan ini juga sering ditemukan di daerah-daerah yang banyak vegetasinya atau pada akar pohon yang terendam. 

Ukuran
Ukuran maksimalnya yaitu sekitar 45 cm, namun di aquarium jarang ada yang mencapai ukuran itu karena spesies ini memiliki pertumbuhan yang lambat bahkan butuh beberapa tahun untuk mencapai ukuran 30 cm.

Set-Up Aquarium
Aquarium yang digunakan untuk memelihara ikan ini haruslah yang berukuran cukup besar selain karena dapat tumbuh cukup besar juga karena ikan ini aktif bergerak. Minimal aquarium berukuran 180x60x60 cm. Ada dua macam setup yang digunakan untuk tangki ikan ini. Yang pertama adalah setup yang sesuai dengan habitat ikan ini. Setup ini berupa aquarium yang dipadati dengan tanaman air disertai dengan hiasan kayu bogwood dan juga hiasan lainnya.Yang kedua adalah setup akarium tanpa dekorasi apapun. Pada setup yang ini tidak terdapat adanya hiasan atau substrat pada aquarium ataupun terdapat hiasan dan substrat namun minim. Keduanya cocok untuk ikan ini, tergantung selera pribadi masing-masing. Filtrasi biologis yang baik serta pergantian air yang rutin adalah suatu keharusan karena ikan ini sensitif terhadap kondisi air. Meski dapat hidup dalam kondisi payau, Indodats adalah spesies tigerfish yang asli hidup di air tawar sehingga tidak begitu membutuhkan penambahan garam kedalam air.

Pakan
Di alam aslinya indodats adalah ikan predator sehingga indodats memerlukan pakan yang hidup seperti ikan kecil, udang, atau cacing. 

Kondisi air
pH: 6,5-7,5 
suhu air: 22-28 °C
SG:1,000-1,005. 

Kompabilitas
Ikan yang bisa masuk ke mulutnya dapat dilahap oleh ikan ini sehingga lebih baik ikan ini dipelihara bersama ikan yang sama atau lebih besar ukurannya. Tankmates yang cocok untuk ikan ini antara lain cichlid, arwana, pari air tawar, dan ikan jenis characin. Atau, bila ingin memeliharanya dalam kondisi payau, ikan ini cocok untuk dipelihara bersama ikan air payau lainnya seperti archerfish, mono, scat, dan buntal.